Category: tips dan trik

Hal yang Perlu Dipelajari Serta Tipsnya Sebelum Investasi di Crowdfunding

Menjadi investor di layanan urun dana atau securities crowdfunding (SCF) merupakan salah satu peluang baru di era sekarang.

Sebab, dengan berinvestasi SCF Anda tak hanya bisa mendapat keuntungan semata. Anda juga bisa berperan membantu mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

SCF sendiri merupakan bentuk skema pembiayaan alternatif untuk penggalangan dana melalui pasar modal. Skema ini dinilai memudahkan bisnis atau seseorang dalam memperoleh pendanaan dari pasar modal.

Dalam skema SCF, dana yang dihimpun juga memperoleh lindung nilai dalam jangka waktu tertentu. Skema ini merupakan versi baru dari equity crowdfunding syariah untuk memudahkan UKM yang masih kesulitan untuk masuk ke pasar modal lantaran badan usahanya yang belum memenuhi kriteria pendanaan.

Berdasarkan unggahan dari akun Instagram resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK, menjadi investor di layanan SCF sama artinya Anda akan berperan sebagai salah satu pemilik saham dari sebuah perusahaan (apabila yang diterbitkan adalah saham) atau pemberi pinjaman (apabila yang diterbitkan adalah Efek Bersifat Utang atau Sukuk alias EBUS).

Sebagai investor dalam layanan ini, kamu akan mendapatkan dividen atau capital gain jika memiliki saham atau mendapatkan bunga, besaran nisbah bagi hasil, margin, imbal jasa atau imbal hasil jika Anda memiliki EBUS.

Jika kamu tertarik berinvestasi di layanan SCF ini, ada baiknya simak tips dan risikonya terlebih dahulu. Berikut tips investasi modal kecil terpercaya di SCF:

  1. Pastikan Berizin di OJK

Kamu harus terlebih dahulu memastikan penyelenggara layanan urun dana ini telah memperoleh izin dari OJK. Untuk mengeceknhya, kamu bisa membuka laman www.ojk.go.id atau hubungi kontak OJK di 157.

  1. Pilih dengan Cermat Platform Penyelenggara Layanan SCF yang akan Digunakan
  2. Bandingkan penawaran berbagai macam penyelenggara dan pilih yang paling sesuai dengan kamu.
  3. Patuhi Batas Investasi yang Telah Ditentukan
  4. Penghasilan lebih dari Rp 500 juta per tahun, maka masimal investasinya 5 persen dari penghasilan
  5. Penghasilan kurang dari Rp 500 juta per tahun, maka maksimal investasinya 10 persen dari penghasilan.
  6. Pahami Sektor Ekonomi yang Dibiayai
  7. Cermati Karakter Investasi SCF

Adapun risiko layanan SCF bagi para investornya adalah sebagai berikut:

  1. Risiko proyek tidak berjalan
  2. Risiko efek tidak likuid
  3. Risiko kegagalan operasional penyelenggara
  4. Risiko tidak mendapat dividen, bunga, besaran nisbah bagi hasil, margin, imbal jasa atau imbal hasil.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mewakili Presiden RI Joko Widodo, resmi meluncurkan Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi Securities Crowdfunding saat pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Airlangga mengatakan, skema securities crowdfunding syariah Indonesia akan memudahkan UKM membuka diri, sehingga sektor informal bisa masuk menjadi sektor formal.

Untuk kemudian berada dalam sistem keuangan, dan program pemerintah bisa menjangkau mereka.

Untuk mendukung pemberdayaan UKM, kemudahan yang dipersiapkan antara lain pembentukan PT yang tidak dibatasi (modal) Rp 50 juta dan bisa membentuk PT sendirian dan sifatnya pendaftaran. UKM cukup mendaftar, dengan demikian, sektor informal bisa bertransformasi menjadi sektor formal di pasar modal.

Dengan skema ini, badan usaha selain PT dan koperasi juga bisa melakukan urun dana di pasar modal, seperti badan usaha berbentuk CV, firma, NV, dan sebagainya.

Apakah Boleh Bayi Makan Paprika Sebagai Pengganti MPASI?

Tahukah Kamu, di dunia ini terdapat 5.000 varietas paprika? Berasal dari Amerika Tengah, paprika menyebar ke seluruh penjuru dunia sebagai salah satu bahan makanan yang digemari oleh banyak orang karena rasanya yang unik dan menambah rasa sedap.

Selama ini mungkin kita berasumsi paprika adalah sayuran keluarga cabe yang terasa pedas dan panas di lidah. Tetapi, sebaliknya paprika rasanya manis, tergantung warnanya.

Ternyata, paprika juga bisa diberikan kepada bayi sebagai MPASI lho. Berikut ini Kami merangkum serba-serbi paprika untuk MPASI bayi, dilansir dari Solid Starts:

Kandungan Gizi dalam Paprika

Sayur yang termasuk dalam keluarga lada ini mengandung vitamin A dan C, dua jenis vitamin yang diperlukan bayi untuk mendukung kesehatan penglihatan, kulit, dan perkembangan sistem imunnya.

Faktanya, vitamin C dalam paprika lebih tinggi ketimbang buah jeruk lho! Selain itu, paprika mengandung vitamin B6 yang bermanfaat untuk bahan bakar energi si Kecil dan membantu tubuh memproduksi hormon yang mengatur suasana hati, siklus tidur, dan fungsi-fungsi tubuh lain.

Di pasaran, ada beberapa jenis paprika yang bisa ditemukan berdasarkan warnanya. Yang umum dijual adalah paprika hijau, merah, kuning, dan oranye. Selain itu, ternyata masih banyak paprika warna lain yang unik, misalnya ungu.

Bukan sekadar warnanya yang cantik lho. Ternyata beda warna paprika, beda pula kandungan vitaminnya. Paprika merah dan paprika kuning tinggi akan vitamin C yang cocok dipadukan dengan makanan yang kaya zat besi seperti kacang-kacangan. Sedangkan paprika oranye, kuning, dan merah juga tinggi akan beta-karoten yang diperlukan untuk menghasilkan vitamin A. Sementara paprika berwarna ungu dan coklat kaya antosianin, jenis antioksidan yang sama pada blueberry dan blackberry.

Kapan Bayi Boleh Mengonsumsi Paprika?

Pada dasarnya, paprika sudah bisa diberikan pada bayi sejak usia enam bulan atau saat bayi sudah siap makan MPASI pertamanya. Tetapi yang harus diperhatikan, paprika dan sayur-sayuran lain sejenis yang diberikan dalam kondisi mentah bisa membuat bayi tersedak, jadi pastikan kesiapan bayi dalam menelan dan mengunyahnya sebelum memberikan paprika padanya ya.

Apakah Paprika Termasuk Alergen?

Tidak, alergi terhadap paprika jarang terjadi. Tetapi paprika termasuk dalam keluarga tanaman nightshade, yang meliputi terong, huckleberry, goji berry, paprika, tomat, serta cabe rawit. Sensitivitas terhadap kandungan alkaloid pada tanaman nightshade relatif umum.

Untuk melihat adanya reaksi alergi, saat memperkenalkan makanan baru mulailah dengan memberikannya dalam porsi sedikit untuk pertama kali. Perhatikan baik-baik saat bayi memakannya. Jika tidak ada reaksi alergi yang serius, secara bertahap Kamu bisa meningkatkan porsinya.

Tips Menyajikan Paprika untuk Bayi

Setiap bayi punya kemampuan mengunyah dan mencerna yang berbeda-beda. Tergantung usianya, penyajian bahan makanan untuk MPASI pun harus disesuaikan.

Untuk bayi berusia enam hingga sembilan bulan, berikan seperempat paprika yang dipanggang hingga matang. Sisihkan biji, kulit, dan batangnya. Kamu bisa memperkenalkan paprika mentah dengan membuang batang dan bijinya, kemudian iris dengan sangat tipis.

Untuk bayi berusia sembilan hingga 12 bulan yang sudah mulai mengembangkan kemampuan menjepit dan menjumputnya, Kamu bisa memberikan paprika yang sudah dipotong-potong kecil dan dibuang kulit, biji, dan batangnya.

Rasa paprika yang manis dan terkadang ada sedikit rasa getirnya sangat cocok dipasangkan dengan makanan yang gurih, seperti keju, yoghurt, kacang-kacangan, ayam, daging sapi, dan kerang-kerangan.

Semoga informasi mengenai paprika untuk MPASI bayi ini menginspirasi Kamu dalam memperkenalkan berbagai jenis makanan untuk si Kecil ya!

Itulah beberapa manfaat dari paprika yang baik untuk menu MPASI. Untuk mendapatkan paprika aneka jenis dengan kualitas terbaik dan segar, selalu pastikan Kamu membelinya di TaniHub. Platform belanja buah dan sayur online terbaik yang menghubungkan petani dan pelangganya.

Selain paprika, Kamu juga dapat membeli aneka produk kebutuhan sehari – hari di sini seperti aneka buah, sayur, bumbu, telur & unggas, ikan, kebutuhan masak hingga sembako.

Tak hanya lengkap dan berkualitas, belanja di TaniHub juga banyak keuntungannya seperti mendapatkan layanan pengiriman yang cepat, layanan hubungan pelanggan selama 7 hari, metode pembayaran yang beragam, promo – promo menarik serta layanan kepuasan pelanggan yang menjamin penggantian jika barang yang dipesan tidak sesuai.

Untuk berbelanja di TaniHub Kamu bisa mengunjungi websitenya yaitu https://TaniHub.com atau mengunduh aplikasi onlinenya di Play Store dan AppStore.

Semoga informasinya bermanfaat.

Tips Merawat Jilbab Instant Supaya Awet

main image

Memiliki koleksi jilbab instant yang cukup beragam merupakan hal yang umum bagi sebagian pengguna hijab saat ini. Dengan menggunakan model yang instant tersebut tentu menggunakannya jauh lebih cepat namun di sisi lain penampilan juga tetap terlihat menarik.

Akan tetapi ada hal penting yang harus diperhatikan jika memutuskan untuk merawat jenis jilbab yang satu ini. Lebih lengkapnya, berikut beberapa tips merawat jilbab instant supaya awet yang dapat dilakukan.

  • Hindari mencuci dengan mesin

Hal pertama yang perlu diperhatikan yaitu sebaiknya jangan mencuci jilbab instant pada mesin cuci karena akan mudah merusaknya. Bahan jilbab yang tipis biasanya akan mudah terkoyak jika dicuci dengan menggunakan mesin.

Maka dari itu sebisa mungkin hindari memilih cara pencucian yang satu ini dan gunakan cara mencuci yang menggunakan tangan saja. Dengan demikian umumnya jilbab akan lebih awet dan tahan lama.

  • Bila dicuci manual jangan disikat

Apabila memutuskan untuk mencuci jilbab tersebut dengan tangan juga hindari menyikat menggunakan sikat cucian. Hal ini mempermudah kain atau benang di area permukaan jilbab menjadi lebih mudah koyak.

Sebaiknya cuci dengan lembut dan kucek menggunakan tangan secukupnya. Lalu segera bilas supaya jilbab dapat segera dianginkan dan resiko kerusakan yang terjadi lebih minim.

  • Sebaiknya tidak direndam terlalu lama

Ada baiknya menghindari merendam jilbab terlalu lama pada deterjen. Karena hal ini berpotensi membuat jilbab justru berbau tidak sedap saat dibilas nantinya.

Rendam dengan deterjen secukupnya dalam waktu sebentar saja. Apabila ada node fokus untuk bersihkan noda terlebih dahulu lalu kucek lembut dan bilas hingga bersih.

  • Jemur dengan diangin-anginkan

Menjemur jilbab instant sebaiknya dengan jalan digantung dan diangin-anginkan di udara yang sejuk. Hindari menjemur langsung di bawah suhu matahari yang sedang terik.

Hal ini dapat merusak kain jilbab jika dilakukan berulang-ulang. Maka dari itu pilih tempat jemur yang paling tepat untuk membuat jilbab selalu awet.

  • Setrika di suhu rendah

Beberapa kain jilbab sebaiknya tidak disetrika atau bila disetrika gunakan suhu yang tidak terlalu panas. Baca petunjuk penggunaan dan pemeliharaan mengenai hal ini supaya tidak melakukan kesalahan.

Jika tidak umumnya beberapa bahan jilbab bisa menjadi robek saat terlalu panas dalam proses setrika. Maka dari itu sebaiknya hindari suhu tinggi saat akan menyetrika jilbab yang sudah kering dari cucian.

  • Jangan gunakan pemutih

Seperti halnya kebanyakan pakaian lainnya maka sebaiknya menggunakan jilbab juga hindari untuk menggunakan pemutih yang terlalu banyak atau sering. Karena hal ini justru dapat mempercepat warna jilbab akan lebih mudah pudar.

Sebaiknya gunakan cara alami seperti baking soda untuk menghilangkan noda pada jilbab. Dengan demikian maka jilbab instant akan jauh lebih tahan lama.

  • Gantung di lemari pakaian

Perhatikan cara menyimpan jilbab instant yang tepat dan benar, yaitu dengan menggantungnya menggunakan gantungan baju. Lalu simpan jilbab instant di lemari pakaian pada bagian gantungan supaya awet dan tidak meninggalkan bekas tekukan.

Menyimpan dengan cara ini membantu supaya jilbab menjadi lebih awet dalam penyimpanan di lemari. Selain itu juga jilbab akan tetap rapi meskipun tersimpan lama di dalam lemari tersebut.

Itulah beberapa tips merawat jilbab instant supaya awet dan juga tahan lama. Dengan langkah perawatan yang tepat tentu saja jilbab tidak akan mudah rusak dan koleksi dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.

Cara Membuat Manisan Jambu kristal khas Medan yang Menggugah Selera

Anda sedang mencari inspirasi resep manisan jambu kristal khas medan yang unik? Cara menyiapkannya memang susah-susah gampang. Kalau salah mengolah maka hasilnya akan hambar dan justru cenderung tidak enak. Padahal manisan jambu kristal khas medan yang enak harusnya sih punya aroma dan rasa yang mampu memancing selera kita.

Ada beberapa hal yang sedikit banyak mempengaruhi kualitas rasa dari manisan jambu kristal khas medan, pertama dari jenis bahan, selanjutnya pemilihan bahan segar, hingga cara mengolah dan menyajikannya. Tidak usah pusing jika mau menyiapkan manisan jambu kristal khas medan yang enak di mana pun anda berada, karena asal sudah tahu triknya maka hidangan ini dapat jadi sajian istimewa.

Bahan dasar dari manisan jambu khas medan yaitu jambu kristal atau yang biasa disebut jambu klutuk. Kelebihan yang dimiliki jambu jenis ini yaitu memiliki kandungan vitamin C yang banyak. Hal ini yang menyebabkan, jambu kristal sering digunakan untuk menambah daya tahan tubuh.

Nah, kali ini kita coba, yuk, kreasikan manisan jambu kristal khas medan sendiri di rumah. Tetap dengan bahan yang sederhana, sajian ini dapat memberi manfaat dalam membantu menjaga kesehatan tubuh kita. Anda dapat menyiapkan Manisan Jambu kristal khas Medan menggunakan 12 jenis bahan dan 5 tahap pembuatan. Berikut ini langkah-langkah dalam menyiapkan hidangannya.

Bahan-bahan dan bumbu yang dibutuhkan untuk menyiapkan Manisan Jambu kristal khas Medan:

  • Ambil /- 2 kg jambu kristal
  • Gunakan 20 gr garam
  • Siapkan 200 gr gula pasir
  • Sediakan 2,5 L air
  • Siapkan Pewarna hijau muda

Siapkan Bumbu rujak :

  • Gunakan 250 gr gula aren, iris2
  • Ambil 50 ml air
  • Siapkan 10 btr cabe rawit (sesuai selera), haluskan
  • Sediakan 1/2 sachet terasi abc haluskan bersama rawit
  • Sediakan 1/2 sdt garam
  • Siapkan Sejempol asam jawa

Jika biasanya jambu kristal dimakan secara langsung atau dibuat menjadi rujak, namun di Medan juga bisa diolah menjadi manisan jambu. Jambu kristal yang digunakan adalah jambu bangkok sehingga rasanya tidak diragukan lagi nikmat dan mantap. Uniknya, kalau kita sering melihat manis biasanya buahnya di potong – potong, manisan jambu kristal ini biasanya disajikan dalam bentuk bulat. Makanan Khas Medan yang terakhir adalah Manisan Jambu yang terbuat dari olahan bahan buah-buahan.

Cara membuat Manisan Jambu kristal khas Medan:

  • Kupas bersih jambu, lalu cuci, tiriskan
  • Balur semua permukaan jambu dengan garam sambil di gosok2, diamkan 5 jam
  • Masak air hingga panas saja, jangan mendidih, siramkan ke jambu yg sdh di garami tadi, lalu tambahkan pewarna hijau muda 3 tetes (saya skip), aduk2, diamkan 1 jam, lalu tiriskan
  • Taburi seluruh permukaan jambu dengan gula pasir (saya taruh dalam plastik), diamkan sampai meresap dan gula mencair, simpan dalam kulkas selama 1 hari sambil sesekali di bolak balik biar merata. Siap di sajikan dg bumbu.
  • Bumbu rujak : campur semua bahan, masak hingga mendidih, lalu saring.

Manisan Jambu ini terbuat dari buah jambu kristal yang kemudian dibuat menjadi sebuah manisan. Lihat juga resep Manisan Jambu kristal khas Medan enak lainnya. Makanan khas Medan yang berikutnya adalah manisan jambu. Makanan Khas Medan yang Wajib Dicicipi. Macam-macam olahan asal Medan memang menawarkan sensasi kenikmatan sendiri untuk menggugah selera Salah satu buah yang sering digunakan untuk manisan adalah jambu.

Terima kasih telah membaca resep yang kami tampilkan di sini. Besar harapan kami, olahan Manisan Jambu kristal khas Medan yang mudah di atas dapat membantu Anda menyiapkan hidangan yang sedap untuk keluarga/teman ataupun menjadi inspirasi untuk berjualan makanan.

Itu tadi manfaat jambu kristal yang baik untuk tubuh. Untuk mendapatkan jambu aneka jenis tersebut Anda dapat membelinya di TaniHub. Tak hanya menyediakan varian jambu yang lengkap, di platform ini Anda juga akan mendapatkan jambu dengan kualitas terbaik langsung dari petani. Jadi dijamin jambu yang akan Anda terima dalam kondisi segar.

Selain itu, belanja di TaniHub juga banyak keuntungannya seperti mendapatkan layanan pengiriman yang cepat, layanan hubungan pelanggan selama 7 hari, metode pembayaran yang beragam, promo – promo menarik serta layanan kepuasan pelanggan yang menjamin penggantian jika barang yang dipesan tidak sesuai.

Yuk belanja di TaniHub, cukup kunjungi websitenya di https://TaniHub.com atau mengunduh aplikasi onlinenya di Play Store dan AppStore!