Category: kesehatan

Manakah yang lebih Berbahaya Antara Bradikardia dan Takikardia

Aritmia: Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobatinya
source gambar : idntimes.com

Detak jantung merupakan hal sangat amat penting karena detak jantung merupakan salah penanda bahwa kita masih hidup sebagai manusia dan dari detak jantung juga kita dapat mengetahui jika tubuh kita merasa kelelahan atau beban yang dirasakan oleh tubuh sudah diluar kemampuan kita.

Jumlah detak jantung kita juga sering menjadi acuan tentang seberapa sehatnya tubuh kita, seperti contohnya jika kita sedang tertidur maka detak jantung kita akan menurun drastic tetapi berbeda hal nya jika kita sedang berolahraga maka detak jantung kita akan berdetak lebih banyak dari biasanya.

Namun apa jadinya jika detak jantung kita tiba-tiba berdetak lebih lambat atau lebih lambat dari biasanya meskipun kita tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berlebihan ? Bagaimana jika detak jantung kita berdetak dengan ritme naik atau turun yang sangat ekstrem ? Kondisi jantung yang seperti itu jika didalam dunia medis bisa disebut dengan penyakit bradikardia dan takikardia. Kira-kira apa perbedaan kedua penyakit tersebut dan manakah yang lebih berbahaya antara kedua penyakit tersebut ? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

  • Bradikardia merupakan kondisi kelainan pada jantung yang membuat jantung berdetak lebih lambat dari biasanya atau jumlah detak jantung yang dihasilkan per menit jauh dibawah standar normal yang ditetapkan. Umumnya orang yang mengidap penyakit ini tidak memiliki gejala yang terlalu mencolok, hanya saja jika dibiarkan terlalu lama maka asupan oksigen ke otak yang mengalir melalui adrah yang dipompa oleh jantung menjadi berkurang. Kondisi tersebut lah yang kedepannya akan menimbulkan beberapa gejala seperti pusing, sering merasa lelah, sesak nafas,bahkan warna kulit yang berubah menjadi kebiruan.
  • Takikardia merupakan kondisi kelainan pada jantung yang membuat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya bahkan orang yang mengidap takikardia bisa melebihi 100 detak jantung per menitnya. Kondisi jumlah detak jantung seperti itu mungkin dianggap normal pada orang yang sedang berolahraga atau melakukan pekerjaan yang cukup berat, tetapi jika pada kondisi normal detak jantung yang dihasilkan melebihi batas normal maka akan membuat orang yang mengidapnya merasa sesak di bagian dada. Jika dibiarkan terlalu lama orang yang mengidap takikardia juga bisa mengalami komplikasi serius seperti gagal ajntung, stroke, bahkan henti jantung.

Diantara kedua penyakit jantung tersebut manakah yang lebih berbahaya ? Berdasarkan riset yang dilakukan oleh dokter ahli spesialis jantung kedua penyakit jantung tersebut sama-sama berbahaya dan berisiko menimbulkan komplikasi yang serius jika tidak ditangani dengan cepat. Lantas bagaimana kita mengetahui detak jantung normal yang seharusnya dimiliki oleh manusia ? Detak jantung yang dihasilkan oleh seseorang berbeda-beda tergantung dengan usia dan juga kegiatan yang biasa ia lakukan. Berikut ini jumlah detak jantung normal yang sesuai dengan usia yang dimiliki :

  • Pada Bayi dibawah 1 tahun umumnya memiliki jumlah detak jantung 100-160 kali dalam satu menit.
  • Pada anak-anak usia 1-12 tahun umumnya memiliki jumlah detak jantung 80-110 kali dalam satu menit.
  • Pada orang dewasa diatas 12 tahun umumnya memiliki jumlah detak jantung 60-100 kali dalam satu menit.

Untuk mengetahui normal atau tidaknya jumlah detak jantung seseorang dapat dilakukan dengan cara menghitung denyut nadi pada pergelangan tangan selama 1 menit namun jika ingin mengetahui hasil yang lebih akurat maka disaranka melakukan pengecekan ke dokter atau rumah sakit yang memiliki alat EKG yang mumpuni.